ALOHAAA,
READERS! Aku
excited banget nih memulai
blogpost yang satu ini. Soalnya... mencari waktu dan
mood untuk mulai menulis butuh waktu hingga 6 bulan. Hahaha! Bahkan sebenarnya bisa lebih lama lagi lho, kalau saja aku tidak keburu bertemu
travelmates yang sama saat
El Nido Trip minggu lalu 😋
 |
| Duh, Ambon, cantik banget sih kamu :') |
Perjalanan ke
Kepulauan Kei ini berlangsung selama 8 hari mulai dari tanggal
12 - 19 Juni 2018. "
Kok lama banget, Lin? Perasaan kamu ke luar negeri aja jarang banget bisa sampai 8 hari." Betul, Saudara-Saudari,
Kei Islands Trip ini emang lama banget rasanya. Sampai-sampai kami pun jadi
muak bosan melihat wajah masing-masing setiap hari. Hahaha! Eh tapi ini bukan
trip terlama bagiku
deng. Saat
Bali-Lombok Trip enam tahun yang lalu, aku malah menghabiskan 10 hari termasuk durasi perpindahan menggunakan kereta dan kapal.
 |
| Kenalkan: Bang Adi, Ananda, Yosa, dan Bang Tommy |
Nah, mari kuperkenalkan
Readers sekalian pada anggota
Kei Islands Trip ini. Pertama, ada Bang Supriadi (
Adi), sosok panutan dan andalan dalam setiap kisah
traveling-ku. Kedua, Bang Tommy Otniel Tobing (
Tommy), mantan
travelmate saat pelesir ke
Ciwidey,
Toraja, dan
Makassar -- akhirnya ya, Bang, kita nge-
trip bareng lagi setelah 20 purnama berlalu 😗 Terus ada Ananda Goentoer Tobing (
Nanda), rekan jalan semasa
Turkey Trip dua tahun lalu.
Last but not least... ada wajah baru! Namanya Yosafat Probo Kuncoro (
Yosa), 'murid seperguruan' di paduan suara di ICC maupun STAN.
Trip ini dirancang oleh, tak lain dan tak bukan, Bang Adi yang memang sejak November 2017 sudah bermimpi untuk main ke Kepulauan Kei. Rupanya beliau teracuni
blog-nya
Marischka Prudence dan
Amellie. Padahal aku sendiri tidak tahu banyak tentang wisata di Provinsi Maluku. Yah palingan sebatas Banda Neira dan Pantai Ora saja. Waktu awal-awal diskusi, Bang Adi malah ingin main ke Kei di bulan Mei karena katanya banyak
pelikan bermigrasi dari Australia pada bulan tersebut.