Showing posts with label my opinion. Show all posts
Showing posts with label my opinion. Show all posts

June 16, 2016

Body-Shaming in South Korea

Readers yang sudah membaca dua review Seoul trip-ku pasti notice, "Lho, kenapa cerita ini nggak masuk di trip kemarin?"

Alasannya, karena aku tidak ingin menjatuhkan citra Korea Selatan di mata para calon-traveler. Satu hal yang kusadari setelah beberapa kali menulis cerita perjalanan adalah betapa berpengaruh cerita versiku dan sudut pandang pribadiku terhadap cara pandang pembaca atas suatu destinasi. "Kayaknya ke Shenzhen itu gak worthy ya, Lin, jadi males kesana setelah baca blog-mu." Ucapan bernada serupa juga datang dari beberapa orang lain yang meminta saran destinasi untuk ke Hong Kong. Wah. Padahal Shenzhen itu sangat menarik untuk dikunjungi, hanya saja aku tidak betah dengan tingkah laku para pribuminya yang jauh dari kesan menyenangkan.

Changdeokgung Palace, Seoul, Korea Selatan

Ide menulis tentang topik ini muncul akibat membaca artikel "Tackling Body-Shaming in South Korea" yang mengungkap kisah prihatin seorang cewek blasteran Korea-Kazakhstan yang di-bully teman sekolahnya di Korea karena memiliki badan plus-size alias berisi.

It's okay to be ugly, but being fat is unforgivable // Jelek bukan masalah, tapi berbadan gendut tidak dapat dimaafkan.
Cewek Korea-Kazakhstan dalam artikel tersebut

November 09, 2014

Trip Termahal...?

Kemarin ada seorang teman yang bertanya,
Dari semua trip kamu, mana yang paling mengeluarkan banyak biaya?
Saat itu, dengan kesempatan berpikir tiga koma satu empat dua delapan lima tujuh (berasa hitungan phi kaliiii~) detik, aku pun menjawab: "Lombok!"

Sekarang, aku akan mencoba menjabarkan jumlah biaya dari beberapa trip termahal yang pernah kutempuh. Trip-trip berikut ini adalah perjalanan lintas provinsi yang berlangsung selama 1-10 hari.

1. Three Provinces Trip
Meliputi Dieng Plateau, Gunung Bromo, Jogja-Gunungkidul, dan Semarang, aku menghabiskan biaya sekitar Rp900.000,- untuk fixed cost, yaitu biaya diluar pengeluaran makan, jajan, biaya tak terduga, dan belanja pribadi lainnya.



Yang paling membuat mahal adalah ongkos bus dan travel yang kutempuh untuk berkeliling dari satu kota ke kota lain, karena tidak ada transportasi yang bisa mengangkut langsung dari kota A ke kota B yang sebenarnya menjadi tujuan utama.

2. Jelajah Toraja Trip
Sejujurnya aku agak lupa dengan biaya yang kukeluarkan untuk trip ini. Hal yang paling kuingat adalah biaya sewa mobil yang kami gunakan dari Makassar-Toraja-Makassar sebesar Rp800.000,- sudah termasuk bensin dan supir. Ya, agak besar memang. Maklumlah, perjalanan Makassar-Toraja butuh waktu tempuh 8 jam.


Untuk tiket pesawat, seingatku sebesar Rp400.000,- untuk PP karena sedang ada promo dari maskapai AirAsia. Jadi untuk keseluruhan perjalanan, aku menghabiskan Rp1.500.000,- termasuk pengeluaran pribadi, ongkos damri ke/dari bandara, serta airport tax.

3. Padang-Bukittinggi Trip
Kali pertama aku nge-trip sekaligus menginjakkan kaki di Pulau Sumatera, aku hanya menghabiskan Rp500.000,- saja. Ya! Rahasianya? Aku mendapatkan tiket gratis kali ini, hihihi, thanks to temannya Bang Adi yang gagal berangkat :')


4. Bali-Lombok (BALOK) Trip
Sesuai dengan trip review yang telah kutulis disini, biaya yang kukeluarkan adalah sebesar Rp1.418.000,- diluar tiket pesawat untuk perjalanan kembali ke Jakarta (Rp950.000,-)


5. Pulau Belitung Trip
Perjalanan yang ini juga telah kuulas dalam Kisah Laskar Pejalan di Negeri Timah. Tiket pesawatnya seharga Rp787.000,- untuk PP Jakarta-Tanjungpandan dibeli dalam masa promosi maskapai Garuda Indonesia. Total biaya yang kami keluarkan termasuk makan selama 4H3M sebesar Rp1.995.751,- saja.


6. East Java Trip
Keliling Jawa Timur meliputi Kediri, Malang, dan Sidoarjo ini adalah trip paling tidak tercatat yang pernah kulakukan. Hahaha~ Bisa dibilang trip ini agak berantakan karena aku lebih mengkhususkan planning untuk surprise ulang tahun seseorang :p Secara kasar, biaya yang kukeluarkan untuk trip ini hanya Rp600.000,- (FC only), karena di Kediri dan Malang aku menginap di rumah Lely dan kos Shabrina.


7. Escape to Makassar Trip
Hanya berjarak seminggu setelah Jelajah Toraja Trip, aku kembali lagi menginjakkan kaki ke Provinsi Sulawesi Selatan. Bedanya, kali ini hanya jalan-jalan sekitar Kota Makassar. Karena masih menggunakan tiket promo dari AirAsia, sepertinya aku hanya menghabiskan Rp500.000,- untuk trip ini. Apalagi kami menginap gratis di rumah Bang Adi di Makassar, hehehe...


8. Hopping Island Trip
Sejauh ini, Hopping Island Trip adalah perjalanan satu-satunya yang kulakukan bersama sebuah trip organizer. Biayanya hanya Rp315.000,- sudah all in penginapan dan makanan 2H1M dengan meeting point dimulai dari Pelabuhan Muara Angke.


9. Laskar Jogja Trip
Kali perdana aku menginjak Jogja bersama dengan teman-teman seperjuangan di kampus STAN. Karena ini adalah perjalanan nggembel, aku yakin tidak menghabiskan banyak uang di trip ini. Mungkin sekitar Rp400.000,- lah biaya yang dikeluarkan selama lima hari tersebut. Thanks to Danang yang sudah memberikan tumpangan, dan Budi yang superjago dalam tawar-menawar! :)


10. Bandar Lampung Trip
Karena tinggal di rumah Fakhri, aku hanya menghabiskan sekitar Rp500.000,- saja untuk trip ini. Ditambah lagi kami hanya jalan-jalan menggunakan sepeda motor, sehingga pengeluarannya sebagian besar adalah untuk bensin.



Nah, dari sepuluh trip diatas, ketahuan kan yang mana yang termahal? Bali-Lombok tentu saja! Berarti perhitungan asal-asalanku selama tiga detik tersebut benar adanya. Total bersih pengeluaranku untuk BALOK Trip adalah Rp2.368.000,- Itu pun hanya yang sempat terhitung, alias belum termasuk jajan-jajan kecil selama perjalanan, hehehe...

Jika nanti ada koreksi, akan segera ku-update ya, readers. Thank you for reading! :*

September 28, 2013

Am I A Traveler?


Sebenarnya aku tidak berani mengakui diri sebagai "traveler". Kenapa? Karena:
  1. Aku hanya seorang warga negara Indonesia yang jatuh cinta terlalu dalam dengan keindahan negeri ini. There was a tweet I've read somewhere: "Orang Indonesia sangat beruntung, pariwisata yang mereka miliki adalah buatan Tuhan; sedangkan kami, orang Singapura, hanya memiliki pariwisata yang berasal dari buatan manusia." See? Bagaimana mungkin kita tidak merasa bersyukur dengan keindahan alam Indonesia? I am a big admirer of Indonesia!

  2. I love to travel in backpacker ways: cheap, adventurous, and don't need comfort. Perjalanan dengan kereta ekonomi, tinggal di hostel, mandi sekali dalam dua hari, dan hal-hal 'ekstrim' lain sangat menarik bagiku. Sayangnya, masih banyak hal yang belum bisa kupenuhi untuk menjadi seorang backpacker. Well, basically, I don't even have any backpack to begin with! Selama ini untuk traveling aku hanya menggunakan ransel sekolahku yang tentu saja tidak memadai untuk menampung sepatu hiking, jaket tebal, sleeping bag/mat, apalagi tenda!

    Selain itu, aku juga belum mengantongi restu dari sang Mama untuk menjalani hidup sebagai backpacker. Mamaku, sanguin-kolerik, prefer untuk mengirim uang beberapa juta agar aku bisa membeli tiket kelas bisnis/eksekutif dan tidur di hotel yang aman & nyaman alih-alih membiarkanku berpetualang 'nggembel'. Tapi aku yakin nantinya bisa meyakinkan Mamaku tentang kenikmatan backpacking agar dia bisa memberiku izin untuk bertualang :)