February 14, 2019

Pulau Bair: Mini Raja Ampat - Kei Islands Trip Pt. 2

DAY 3 - Kamis, 14 Juni 2018

"Erliiiinn!!" samar-samar kudengar suara Nanda. "Kak Lin, bangun yok. Sarapan kita!" timpal Yosa. Suara mereka datang dari ruang makan/duduk yang terletak tepat di depan kamar. Aduh, sudah jam 7 pagi. Kok mata masih terasa berat ya? Mungkin otak ini masih berada di WIB alias masih menganggap ini jam 5 subuh. Dengan enggan aku bergerak ke kamar mandi untuk mencuci muka.

Kemarin Rian berjanji akan menjemput jam 08.00 dengan mobil untuk langsung menuju pelabuhan, titik awal islands hopping tour. Mau ke mana sih di hari pertama bertualang di Pulau Kei Kecil ini?

Tanpa filter, tidak di-edit. Is this paradise?

February 08, 2019

Akhirnya ke Ambon Manise - Kei Islands Trip Pt. 1

ALOHAAA, READERS! Aku excited banget nih memulai blogpost yang satu ini. Soalnya... mencari waktu dan mood untuk mulai menulis butuh waktu hingga 6 bulan. Hahaha! Bahkan sebenarnya bisa lebih lama lagi lho, kalau saja aku tidak keburu bertemu travelmates yang sama saat El Nido Trip  minggu lalu 😋

Duh, Ambon, cantik banget sih kamu :')

Perjalanan ke Kepulauan Kei ini berlangsung selama 8 hari mulai dari tanggal 12 - 19 Juni 2018. "Kok lama banget, Lin? Perasaan kamu ke luar negeri aja jarang banget bisa sampai 8 hari." Betul, Saudara-Saudari, Kei Islands Trip ini emang lama banget rasanya. Sampai-sampai kami pun jadi muak bosan melihat wajah masing-masing setiap hari. Hahaha! Eh tapi ini bukan trip terlama bagiku deng. Saat Bali-Lombok Trip enam tahun yang lalu, aku malah menghabiskan 10 hari termasuk durasi perpindahan menggunakan kereta dan kapal.


Kenalkan: Bang Adi, Ananda, Yosa, dan Bang Tommy

Nah, mari kuperkenalkan Readers sekalian pada anggota Kei Islands Trip ini. Pertama, ada Bang Supriadi (Adi), sosok panutan dan andalan dalam setiap kisah traveling-ku. Kedua, Bang Tommy Otniel Tobing (Tommy), mantan travelmate saat pelesir ke Ciwidey, Toraja, dan Makassar -- akhirnya ya, Bang, kita nge-trip bareng lagi setelah 20 purnama berlalu 😗 Terus ada Ananda Goentoer Tobing (Nanda), rekan jalan semasa Turkey Trip dua tahun lalu. Last but not least... ada wajah baru! Namanya Yosafat Probo Kuncoro (Yosa), 'murid seperguruan' di paduan suara di ICC maupun STAN.

Trip ini dirancang oleh, tak lain dan tak bukan, Bang Adi yang memang sejak November 2017 sudah bermimpi untuk main ke Kepulauan Kei. Rupanya beliau teracuni blog-nya Marischka Prudence dan Amellie. Padahal aku sendiri tidak tahu banyak tentang wisata di Provinsi Maluku. Yah palingan sebatas Banda Neira dan Pantai Ora saja. Waktu awal-awal diskusi, Bang Adi malah ingin main ke Kei di bulan Mei karena katanya banyak pelikan bermigrasi dari Australia pada bulan tersebut.

December 13, 2018

Postcrossing: Direct Swap #2

Lanjutan dari koleksi kartu pos hasil direct swap sebelumnya, kali ini aku memajang 4 kartu yang unik-unik. Unik baik dari segi fisiknya maupun dari cerita di baliknya, hehehe.

*

  • 3. Kiev-Pechersk Lavra. 18 Oktober-7 November 2018. Nikolay (psychedelic
Pertama kali 'bertemu' Nikolay di Postcrossing, kalau tak salah... dari recent sent postcards. Jadi aku melihat salah satu kartu yang dikirimnya terpampang di halaman depan situs Postcrossing. Karena kartu itu begitu cantik, aku langsung meng-klik untuk dijadikan 'Favorites'. Ternyata Nikolay juga newbie dan menerima direct swap. Langsung deh aku kirim pesan ajakan swap. Melihat kartu-kartu kiriman si Nikolay, aku jadi semakin pengen mengunjungi Ukraina khususnya Kiev.

Aerial view on the Complex of Upper Lavra

Berikut ini tulisan Nikolay tentang kartu posnya: 
On my postcard there is a view of the Kiev-Pechersk Lavra, the oldest temple in Kiev, which is almost 1.000 years old. It was founded by our prince Yaroslav Mudryy. Lavra (is) on the list of UNESCO.
*

December 08, 2018

Istana, Taman, dan Museum - England-Ireland Trip Pt. 2

Hari ini jelajah kota London akan kami lakukan lebih komprehensif lagi, toh sudah istirahat nyenyak semalam di kamar Hotel Langham yang super nyaman. Destinasi kami hari Minggu ini adalah Istana Buckingham, Istana Kensington, Taman Hyde, Museum Sherlock Holmes, dan Museum British. Untuk menuju ke tempat-tempat ini kami banyak berjalan kaki. Asyik banget deh jalan-jalan di London, rasa capeknya terkalahkan oleh rasa bahagia ketika melihat sudut-sudut kota yang cantik.

Istana Buckingham ramai pengunjung

November 05, 2018

My Mother's Happiness is My Ultimate Purpose

Travelling itu bikin candu. Sejak pertama kali 'mengenal' tiket promo di tahun 2014, aku putuskan untuk harus rutin travelling setiap tahun, baik di dalam maupun luar negeri. Demi niat teguh ini, aku pun merelakan potongan budget hura-hura ke bioskop atau kafe cantik, bahkan menahan diri untuk nggak beli baju lucu di online shop; sebagai gantinya, tabunganku terus mengembung untuk jadi modal travelling. Nggak apa-apa lah dibilang "kuper" atau "anak rumahan", asalkan aku bisa terus melihat daerah dan negara baru, dengan keindahannya yang memukau.

Namun, beberapa kali travelling bersama teman-teman atau sendiri, aku jadi merenung, “Kapan ngajak orang tua untuk merasakan kekaguman yang sama ketika melihat dunia luar?” Akhirnya kuputuskan, setiap tahun aku harus mengajak si Mama, orang tua tunggalku, untuk travelling berdua. Pokoknya beliau jadi prioritasku. Travelling with purpose bagiku adalah melihat wajah bahagia Mama saat kuajak ke tempat-tempat eksotis yang selama ini hanya dilihatnya lewat layar kaca atau, seperti celotehan Mama, di gambar kalender! Pokoknya… her happiness is my ultimate purpose.

Awal musim semi tahun 2018 ini, aku mengajak Mama keliling Prancis, Belanda, dan Finlandia. Wah, persiapannya riuh sekali: mulai dari menyiapkan visa hingga memborong jaket dan mantel supertebal, maklum kami besar dan lahir di kota pinggir pantai, jadi paling nggak kuat sama udara dingin.

Sukacita adalah melihat Mama main sama burung-burung di Taman Versailles, Prancis 

November 01, 2018

Postcrossing: Direct Swap #1


Kemarin aku sudah membahas tentang Postcrossing dan obsesiku yang cukup mendalam kepadanya #tsah Postcrossing juga memiliki fitur lain yang bisa digunakan untuk langsung bertukar kartu pos, alias tidak ditentukan by system. Namanya "Direct Swap". Caranya, cukup membuka profil pengguna yang kita inginkan, lalu kirimkan dia pesan berisi ajakan direct swap. Mudah? Banget! Aku aja udah 3 kali melakukan direct swap ini.

Normalnya, kalau kita menerima kartu pos, kita harus segera meregistrasikan nomor ID yang tertera di belakangnya agar si Pengirim tahu bahwa kartunya sudah sampai. Tapi kalau pakai direct swap, kita tidak menerima ID kartu pos sehingga kartu yang kita kirim/terima tidak terlacak oleh sistem Postcrossing, dan akhirnya tidak akan terpajang di profil kita. 

Sekelumit penjelasan di atas sebenarnya hanya menjadi pembuka bagiku untuk menjelaskan kenapa ada blogpost satu ini, hahaha. Aku akan meng-upload foto-foto kartu pos yang kuterima via direct swap di blog ini agar kenangannya abadi. Maklum... anaknya pelupa. 

Udah sih gitu aja. Hahaha.

----------------------------------------

  • 1. Fuji-san covered in snow. 18-28 September 2018. Megumi-san (loveusagi) 
Ajakan swap pertama yang kuterima. Aku gemar menjelajah galeri kartu pos Postcrossing yang ada di halaman utama situs. Waktu melihat gambar ilustrasi Gunung Fuji, aku otomatis me-like kartu pos ini karena emang gambarnya cantik banget... setuju kan? Eh tak disangka, si Pengirim kartu mengirimi aku direct message untuk menawarkan direct swap. Aku senang banget waktu tahu beliau mengirimkan aku kartu yang sama dengan yang aku sukai kemarin :) Kartu pos ini datang dengan prangko Kastil Nagayo dan dihiasi stiker deretan Ninja dan Gunung Fuji. Lovely.



Psstt... direct message pertama Megumi-san ditulis dalam Bahasa Indonesia lho! Rupanya dia pernah tinggal di Indonesia tahun 1998-2002 mengikuti penugasan sang suami. Keren ya, 16 tahun sudah berlalu dia masih saja hapal bahasa kita.
*
  • 2. Catholic Church in Vileika city, Minsk. 3-29 Oktober 2018. Alesya (alesya1998)
Ajakan direct swap kedua datang dari gadis cantik asal Minsk, Belarus. Dia menghiasi kartu posnya dengan washi tape dan stiker buaya yang lucu. Ada stiker cantik juga yang bertuliskan: "Popular Girl's Names in Belarus: Aliena, Aliesia, Ganna, Darja, Zosia, Iryna, Volga, Katsiaryna, Ksenija, Marja, Marysia, Nadzieja, Nasta, Janina". Menarik. Jadi makin pengen main ke Belarus!




September 20, 2018

Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya"

Tulisan ini bukan untuk berniat menggurui, tapi lebih ke informasi bagi diriku sendiri bahwa... Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya" itu punya 3 stanza! Selama ini yang kita nyanyikan di tiap Upacara Nasional, bahkan Peringatan Hari Kemerdekaan tanggal 17 Agustus, itu lagunya masih belum lengkap. Ada 2 bait lagi yang tidak pernah kita, ehm... aku, ketahui sebelumnya.

Bendera Merah-Putih di lingkungan kantor

September 19, 2018

'Bedrest' di Pulau Labengki-Sombori

Blogpost kali ini kuberi imbuhan judul "bedrest" karena memang dijalani satu hari setelah check-out dari Rumah Sakit akibat sakit gastritis. Opname 5 hari itu sukses bikin aku muak sama kasur (dan makanan sehat), jadi kuputuskan untuk tetap berangkat ke trip Labengki. Wong segala tiket pesawat udah dibeli kok, biaya sharecost juga udah lunas... rugi sekali kalau tidak dijalani. Toh aku juga mending mabuk laut daripada mual-muntah karena injeksi obat 😋

Rencana trip diinisiasi oleh Kak Shila di bulan Juni kemarin. Doi pengen main ke Pulau Labengki dan Pulau Sombori di Sulawesi Tenggara/Tengah, tapi maunya sekalian ngajak Geng Flores 2015 reunian. Sayang sekali hanya 4 orang yang bisa bergabung dari total 14 anggota geng. Kami ber-4 ditambah 6 orang kenalan Mas Yudha dari komunitas Backpacker Indonesia, baru ber-10 dari target peserta 18 orang. Nah, untuk mencari kekurangan 8 orang ini Mas Yudha putuskan untuk buka "open trip". Maklum, biaya sewa kapal  kan mahal~

Memperluas lingkar perkenalan

September 05, 2018

Keliling Dunia Lewat Postcrossing

Sudah empat bulan ini aku menggeluti dunia baru: Postcrossing. Ini nama suatu komunitas penggemar kartu pos yang melakukan kirim-terima kartu pos secara acak ke seluruh dunia. Pertama kali mengenalnya adalah berkat Yopita, teman Kelompok Kecil pemuridan semasa di kampus yang kebetulan sama-sama berkantor di Lapangan Banteng. Dia juga travel-blogger/vlogger, lho, monggo main ke blog-nya.

Kartu pos siap dikirim | @postaleid

Yopita ini sering banget ngomongin "kartu pos" tiap dia pelesir ke luar negeri. Beberapa kali dia menjanjikan akan mengirim kartu pos kepada followers Instagram yang berhasil menjawab satu-dua pertanyaan intermezzo di Instastory-nya. Dulu, aku sering membatin, "Ngapain sih mesti repot-repot nulis kartu pos, beli prangko, trus cari kantor/kotak pos... Capek ih!" Padahal aku sendiri doyan memborong kartu pos cantik khas kota/negara yang aku kunjungi, tapi ya untuk koleksi pribadi saja.

August 21, 2018

Mencicip Kelas Bisnis - England-Ireland Trip Pt. 1

Seumur-umur aku belum pernah naik pesawat dengan business class. Pingin sih ya pingin... tapi kok ya sayang aja mesti buang duit 2-3 kali lipat hanya untuk rute sekali jalan. Dengan duit yang sama, aku sudah bisa beli rute PP bahkan mungkin bisa tambah satu rute lagi. Tapi ya namanya "mimpi" aku pun tentu suka membayangkan rasanya tidur nyaman 180 derajat di dalam pesawat... makan di piring porselen dengan penataan yang apik dan mewah... intinya menjadi Ratu dalam beberapa jam penerbangan.

Puji Tuhan, akhirnya mimpi ini terwujud di bulan Mei kemarin. Tanggal 25 Mei s.d. 3 Juni 2018, aku dan Bang Adi berkesempatan terbang ke London, Inggris dengan kelas bisnis dari maskapai Turkish Airlines. 

Akhirnya kita bersua, Tower Bridge!