February 07, 2020

The Girls Trip Begins! - Sydney Trip Pt. 1

Sesuai judulnya, trip ini merupakan Girls Trip karena beranggotakan tiga wanita Manado cantik๐Ÿ‘Š Aku memiliki yearly goal mengajak Mama traveling ke negara baru yang belum pernah dia kunjungi, tapi di 2019 ini agenda tahunan kami jadi sangat spesial karena akhirnya kakak perempuanku satu-satunya, Fissheal a.ka. Fie, mau turut serta. Seneng banget! Mama pun memilih Sydney sebagai tujuan, meski sebelumnya beliau sudah pernah ke kota ini untuk perjalanan dinas. Tentu beda sensasinya dooong antara dinas sama pesiar, apalagi sama anak-anak tersayang, dan apalagi sama Erlinel yang ga suka pake agensi tur ๐Ÿ˜†

Girls Trip Begin!

Tiket sudah dibeli sejak 23 Mei, hotel sudah dipesan tanggal 23 Juli, dan visa sudah terbit per 29 Agustus, semua persiapan yang penting-penting sudah aman terkendali. Sekarang... tinggal perintilan-perintilan kecil seperti SIM Card Australia (IDR 320K via Shopee) hingga tiga botol collapsible tumbler, jaga-jaga siapa tahu harga air mineral di Sydney semahal Swiss yakaaan.

December 27, 2019

#jalan2jenius ke Labuan Bajo

Hulaaa, Readers! Saat sedang memikirkan ide cerita untuk bulan Desember ini, aku teringat ada satu post yang terus tertunda hingga setahun berlalu: Labuan Bajo Trip bersama #temanjenius ๐Ÿ˜… Yaudah lah ya mohon dimaklumi, bukan Erlin namanya kalo nggak pelupa. Lagian... Russia Trip yang sudah 5 tahun berlalu aja sampe sekarang nggak selesai-selesai kok wkwkwk.

Nah, sebagai penutup tahun 2019 yang indah ini, here the long postponed story begins... 

*

Aku kembali menginjakkan kaki ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 19-22 Desember 2018. Bedanya dengan trip serupa dua tahun lalu, kali ini aku pesiar gratis sebagai pemenang blog competition yang diselenggarakan oleh Jenius CoCreate. Readers tahu dong apa itu "Jenius"? Digital banking-nya BTPN yang sudah lama hype di kalangan anak muda karena berbagai kecanggihannya! *keukeuh promosi ya Lin*

#jalan2jenius Labuan Bajo
(Cr: @jeniusconnect)

Sejujurnya aku tidak pernah bermimpi akan memenangkan hadiah utama. Justru aku berandai-andai menjadi pemenang kategori lain yang bukan berhadiah jalan-jalan ke Labuan Bajo. Toh memang sudah pernah ke sana, jadi aku tak ambisius untuk hadiah utama tersebut.

Ternyata jalan Tuhan berkata lain. Hari Sabtu, 6 Desember 2018 jam 10.35 pagi, notifikasi HP-ku berbunyi pertanda ada surel masuk. Pengirimnya adalah Hello CoCreate. Mataku langsung terperangah tak percaya melihat subjek surat di layar:
Selamat Erlinel, kamu memenangkan paket jalan-jalan ke Labuan Bajo!

November 15, 2019

Malam Mingguan di Marina Bay Sands

Dua kali transit di Singapura tidak berarti bahwa aku sudah sah pernah ke Singapura. Tiap kali ada teman yang bertanya, "Erlin udah pernah ke Singapura?" lalu kujawab dengan, "Pernah tapi transit doang", pasti akan protes keras lalu mengultimatum: "Ah itu mah berarti belum pernah dong."

BAIKKKKK.

Akhirnya di tahun 2019 yang berbahagia ini, aku berkesempatan untuk benar-benar memasukkan nama Negeri ... ke daftar Have Been There-ku. Dua kali malahan, hihihi. Di post ini aku akan bercerita tentang pengalaman perdanaku dulu yaaa *senyum manis ke Geng Singapore Trip* ๐Ÿ˜ Nah, begini kisahnya...

Satnight di Marina Bay Sands SkyPark Observation Deck

November 07, 2019

Visa Australia yang Supermudah dan Supercepat

Sebelum memulai cerita trip review tentang Sydney, aku ingin terlebih dahulu berbagi pengalaman tentang membuat visa Australia. Sejak tahun 2018, visa Australia tidak lagi diproses secara fisik di Kedubes/VFS Kuningan tapi cukup daring via internet. Yang satu ini yang bikin visa Australia jadi supermudah, karena bisa diisi sambil ongkang-ongkang kaki di rumah, pakai daster, sambil menyeruput secangkir teh dari gelas ayam jago.

Visa Australia berbentuk digital dan dikirim ke e-mail

Aku perlu memperingatkan readers bahwa cerita di bawah ini aku tulis setelah visa-ku approved, bahkan setelah aku pulang dari trip ๐Ÿ˜… Jadi urut-urutannya tidak terlalu mendetil, apalagi tampilan situsnya agak berbeda antara saat aplikasi dan setelah aplikasi. Readers bisa juga merujuk ke blog-nya Shintaries atau situs Javamilk yang kemarin menjadi panduanku saat mengajukan visa.

Oke, mari beranjak ke ceritaku...

October 28, 2019

Satu Hari Keliling Manila - El Nido Trip Review Pt. Finale

Halo, readers! Kumusta kayo? ("Apa kabar?" dalam Bahasa Tagalog). Di reviu bagian terakhir ini akan ada cerita lengkap tentang aktivitas setengah hari di Kota Manila, lengkap dengan cerita kekagumanku tentang perlakuan hormat warga Filipina pada pahlawan nasionalnya. Di part finale ini juga aku akan membocorkan besarnya pengeluaran selama El Nido (dan Manila) Trip.

Hari Selasa, 5 Februari 2019 ini kami main ke Rizal Park, Intramuros, Katedral Manila, Mall of Asia, dan mencicip rasa ayam goreng waralaba-nya Filipina, Jollibee.

"The Independence Flagpole" setinggi 46 meter di Rizal Park

October 19, 2019

Canopy Walk & Lagoon Kayaking - El Nido Trip Review Pt. 2

Mabuhay! Aku, Kak Vani, Bang Adi, Bang Tommy, Goen, dan Yosa bangun lebih awal dibandingkan kemarin. Semua karena niat suci tulus untuk menjajal Canopy Walk! Bang Adi paling bersemangat untuk aktivitas ini, sejak malam sudah diwanti-wantinya kami agar tidak begadang dan memasang alarm jam 6.30 pagi full volume . AHSIAAAAP!

Main highlight of the day!

October 05, 2019

Islands Hopping di Teluk Bacuit - El Nido Trip Review Pt. 1

Trip pertamaku di tahun 2019 adalah ke negara berjulukan "Pearl of the Orient" alias Filipina. Selama 3 hari, aku berkesempatan mereguk keindahan Pulau Palawan, salah satu destinasi wisata terbaik dunia yang juga masuk dalam daftar UNESCO Heritage List.

Perjalanan satu ini tergolong yang paling surprising dan berkesan karena... Bang Supriaditravelmate andalanku, sudah membelikan tiket untukku tanpa basa-basi bertanya terlebih dahulu ๐Ÿ˜… Barulah aku diberi tahu pas kami makan siang bareng: "Abang sama siapa ke Filipina nanti?" Dijawab Bang Adi dengan santai tanpa beban, "Samamu." Ga paham lagi sih sama Abang satu ini ๐Ÿ˜‚ Yang cuma bisa ngajak traveling bareng memang akan kalah ya sama yang langsung beliin tiket (walaupun nanti ditagih juga menjelang due date kartu kredit hahaha)


Akhir November 2018, terbentuklah grup WhatsApp "El Nido Trip" dan akhirnya ketahuan siapa saja 'curut-curut' anggota trip kali ini: Bang Tommy Otniel TobingAnanda Goentoer Lumbantobing, Yosafat Probo Kuncoro, dan Kak Novrani Sitohang. Senangnyaaa! Kali ini aku punya teman sekamar. Bye bye, rasa kesepian di tengah malam! Oh ya, jadi ternyata semua anggota trip ini tidak diberitahu siapa saja pesertanya. "Nanti aja, biar surprise," jawab Bang Adi tiap kali mereka menanyai. Ckckck... cem apa kali ya Bang ๐Ÿ˜

Anggota lengkap!

Anyway... mengutip saran dari Bang Adi, waktu terbaik untuk mengunjungi Pulau Palawan adalah bulan Januari - April karena cuacanya bagus dan matahari bersinar dengan teriknya. Terbukti selama 3 hari 2 malam di El Nido, kami disambut cuaca cerah tanpa mendung sama sekali. Sedangkan untuk urusan uang tunai, kami tidak menukar peso (mata uang Filipina) dari Indonesia karena rate-nya cukup mahal, maklum Peso terbilang mata uang langka di sini. Kami langsung tarik tunai dengan kartu debit Jenius-nya BTPN di bandara maupun kota El Nido. Rate-nya terbukti lebih murah dari money changer baik di Indonesia maupun Filipina.

August 16, 2019

Via Ferrata di Gunung Parang Purwakarta

11 Juni 2019 pukul 16:35, masuklah sebuah chat WA dari Yosa: "Mau ke Gunung Parang nggak?"

Aku mengenal Gunung Parang sejak 3-4 tahun lalu, biasalah nemu dari 'bertualang' di tab Explore Instagram. Rencana main ke sana kerap tertunda karena... udah nggak punya teman main lagi :( Hingga akhirnya datanglah ajakan via WA dari Yosafat Probo Kuncoro a.k.a Yosa (travelmate di Pulau Kei dan El Nido) tadi. Seneng banget! Akhirnya kerinduan ini berbalas. Dan datangnya pun saat aku baru saja mulai opname di RS Carolus karena sakit GERD, semacam penghiburan sekali yakan? ๐Ÿ˜†

Selain Yosa, aku menjalani trip Gunung Parang dengan 3 junior se-almamater yang ternyata sejiwa dan seotak semuanya: hobi ngakak dan penuh semangat ๐Ÿ˜ Mereka adalah Erma Prilyani Sihotang, Olivia Elizabeth Saragih, dan Hevenli Hotasi Simorangkir a.k.a Ipen. Seharusnya ada satu wanita lagi biar genap berenam, yaitu Kak Novrani Sitohang (travelmate di Rusia dan Kiluan-Lampung). Sayangnya jadwal trip yang berubah dari 27-28 Juli menjadi 3-4 Agustus ini bentrok dengan jadwal Kak Vani yang lain, alhasil doi urung bergabung. Tapi berlima aja udah sangat berisik dan nggak berhenti ngakak sih... gimana kalo berenam ya? ๐Ÿ˜ญ

Nih, ngakak-ngakak kayak gini terus pokoknya selama 2H1M

Jasa guide yang dipilih Yosa adalah @gunungparang_badega (bisa langsung diklik untuk lihat Instagram-nya!) Untuk harga trip, tergantung pada ketinggian pendakian yang kita pilih. Kami memilih 900 meter jadi kena harga Rp450 ribu/orang. Ketinggian 900m ini kami pilih secara sembrono, awalnya sok-sokan, "Yang paling tinggi lah! Masa ga bisa sih!" setelah dijalani... hmmm... hahaha nanti lah ya kita bahas lebih lanjut di reviu nanti. Total biaya trip Gunung Parang ini, ditambah sewa penginapan dan antar-jemput ke/dari Stasiun Purwakarta, adalah Rp550 ribu/orang.

July 04, 2019

Game of Thrones Tour - England-Ireland Trip Pt. Finale

Sebagai pengikut setia serial Game of Thrones-nya HBO (halah padahal selalu nonton lewat IndoXXI hahaha), aku sangat excited mengikuti tur hari ini. Terlepas dari harganya yang mencapai Rp1,2 juta, tur Game of Thrones (GoT) membuatku merasa sangat dekat dengan serial favoritku ini. Terlebih lagi, lokasi-lokasi syuting ini mayoritas adalah lokasi Winterfell, rumah bagi House of Stark, jagoanku dalam GoT.

Di awal rangkaian trip review ini aku sudah pernah cerita kan bahwa Bang Adi sempat bimbang menentukan destinasi, apakah akan ke Edinburgh atau ke Irlandia setelah dari London. Nah, keputusan memilih Irlandia tidak lain dan tidak bukan karena tur GoT ini. Di Irlandia sendiri, ada dua lokasi tur yang bisa kita pilih, Dublin atau Belfast. Kami mengambil yang Dublin karena tentunya lebih dekat dan terjangkau dari penginapan. Sebenarnya mungkin saja kami juga ikut tur Belfast kalau durasi tinggal di Irlandia lebih lama. Apa daya, kami hanya tiga hari saja di negara cantik ini.

Cita-cita: menjadi Arya Stark

Tur ini dioperatori oleh Game of Thrones Tours Ltd. yang, menurut TripAdvisor, berada di nomor urut teratas untuk kategori Outdoor Activities di Dublin. Reviunya bagus-bagus semua, jadi Readers nggak perlu khawatir kena scam kalau pesan tur di mereka. Harga untuk mengikuti tur ini sebesar €75 per orang. Oh ya, tur dikhususkan untuk orang dewasa (18+) ya jadi jangan membawa anak remaja apalagi bayi yah. Selain itu, tur akan membutuhkan banyak jalan kaki, jadi tidak disarankan bagi orang dengan keterbatasan mobilitas. Seluruh peserta tur diharapkan menggunakan sepatu outdoor yang nyaman dan menggunakan pakaian yang sesuai dengan cuaca Irlandia Utara yang sejuk.

Siapkan sepatu dan pakaian yang nyaman

Hari ini aku dan Bang Adi akan mengunjungi sejumlah lokasi syuting tiga season awal GoT di Dublin, mulai dari Winterfell Castle hingga camp-nya Robb dan Catelyn Stark.

May 25, 2019

Penjara, Kastil, dan Bar Dublin - England-Ireland Trip Pt. 5

Akhirnya, rangkaian cerita England-Ireland Trip ini sampai juga di Dublin, ibukota-nya negara Republik Irlandia. Untuk memasuki negara ini, kita sebagai pemegang paspor Indonesia wajib bikin visa Irlandia dulu. Beda halnya jika kita hanya ingin mengunjungi Belfast, ibukota dari negara Irlandia Utara, tidak perlu punya visa lagi selain visa UK. Itu karena negara Irlandia Utara adalah bagian dari United Kingdom, dipimpin oleh monarki Ratu Elizabeth II. Susah nggak, Lin, bikin visa Irlandia? Ribet! Baca cerita lengkapnya di sini dulu deh ๐Ÿ˜

Blog post kali ini akan bercerita tentang sejumlah main attractions yang aku dan Bang Adi kunjungi selama satu hari penuh di Dublin. Apa saja? Ada penjara, kastil, kawasan bar, kampus, pameran, hingga perpustakaan. Komplit, semuanya ada di Dublin. Plus-nya lagi... semua bisa ditempuh dengan jalan kaki. Menarik banget kan?

Kilmainham Gaol

Psstt... Kalau merasa familiar dengan gambar di atas, berarti kalian sudah pernah melihat scene film The Italian Job, The Escapist, atau The Whistle Blower yang memang menjadikan Kilmainham sebagai salah satu lokasi syutingnya.